*Coretan Hitam Misterius Abu-Abu II


*Coretan Hitam Misterius Abu-Abu  II

Jangan Tanyakan Lagi Tentang Hatiku...

            Seribu kali kau berusaha mengungkiri, seribu kali pula rasa itu kian bersemi. Selalu berusaha melenyapkan semuanya namun lagi-lagihatiku menolaknya. Enyahlah.....
Buang rasa itu jauh-jauh ini belum waktunya sayang. Sementara kasihmu melebihi malam.
            Kau tau akan kekuatan sebuah cahayan ? ya, dia akan tetap cahaya walau seribu cahaya mendekat. Hangatmu kian berbeda dan membelenggu hatiku. Mengelilingi indah kalbuku. Menawan.... dan riak di lautan gelombang kurasa telah meluluh lantakan benteng hatiku. Engkau yang telah melakukannya ? Benarkah ?
            Ingin ku hapus semuanya, tolong !!!
Tapi, lagi-lagi perasaanku tersakiti. Aku wanita tegar. Aku muslimah yang kuat. Tapi, satu kata dalam kehidupan kian meleleh.... yah, lelehannya menghangatkan hati yang mati. Menghidupkan harapan-harapan yang terbuang dan impian yang sempat tersimpan.

Masihkah Harus Berbohong ?! Allah Mengetahuinya Kawan....

            Kita mulai semuanya dari nol, kata itu meresapi setiap musik di dunia hatiku. Aku ciutdengan kata itu. Seraya ingin berkata “aku tidak bisa tanpamu” namun itu terlalu berlebihan untuk seorang peri kecil. Kenapa ??? .........
            Tidakkah engkau paham, Allah telah menggariskan semuanya. Ikhlas.... ya, aku ikhlas kau pergi menjauh dariku. Tulus.... ya, aku tulus menyayangimu dengan segala yang ada padamu. Sederhana ?? sesederhana menuangkan kisah pada bait kusam tak berharga ini.
            Mampukah ? jangan kau tanyakan itu padaku sayang.. kerinduan itu selalu ada. Selagi aku mampu, aku akan berusaha untuk itu. Andai kita tak berjodoh.....
Izinkan ku genggam erat tubuhmu dan katakan padamu “ bahwa aku sayang padamu, walau kita tak mungkin bersama”
            Mungkin ini adalah hal bodoh yang aku lakukan. Tapi, itulah hatiku. Kau boleh berkata “semua telah ditakdirkan Allah untuk umat’nya” Takdir Allah akan ku terima sayang, baik dan buruknya itu. Tapi, hatiku jua tak dapat ku ingkari. Atau, apakah aku harus borbohong atas nama Allah ?! Aku tak mampu sayang..........

Biarlah Semua Berjalan Seperi Air....
                      
            Cinta ini tak tau kapan surutnya, namun yang kutau saat ini adalah cinta ini sedang mengalir begitu mesra di dada. Memang, sayangku untukmu.. dekap aku dan jangan lepaskan. Sebelum kau milik yang lain, sebelum cinta ini surut. Setidaknya, aku pernah merasakan hangatmu, dinginmu, dengan semua rasa di hatiku dan hatimu.
            Bayangmu kian nyata dalam benakku. Membuatku tersenyum sendiri. Berkata, ini adalah kebodohan... aku ingin tertawa di atas dunia yang semakin gila. Ku hapus semua luka di hati...
“ La Tahzan.... Innallaha Ma’ana “


*bersambung*

0 komentar:

Posting Komentar

----------------------------------------------------------------------------