♫•*¨*•.¸Dia Dia Dia¸.•*¨*•♫


** Pengeran, Siapa Dia ? **

Lembayung sore itu mengingatkan ku tentang hal terindah yang aku punya, ceritaku dan ceritamu kala senja...

Candamu penghias hatiku dan kasihmu pelipur laraku kala batu-batuan kian menoreh luka di kaki ku membuat aku harus tertatih dengan sabar kau ajarkan aku cara berjalan dengan sabar kau menatihku...

Siapa kamu ?
Aku pun tak tau...

Yang ku tau adalah kau datang ke kehidupanku dengan segenap rasa yang berbeda dihatiku.

Perasaan bahagia kala kau bisa menemani aku saat hujan mengundang di pelupuk mataku, kenapa harus kamu ?!
Akh...entahlah.. aku pun tak tau...

Allah telah menguji hati ku ketika engkau datang, engkau kah pangeranku ?
Namun sayang, awan kelabu menutup pelangi harapan yang akan kutuliskan di langit dengan tinta emas bersamamu..

Aku bingung dengan semua hal yang terjadi,
Apakah engkau dengan kelembutanmu harus membuat aku bimbang dengan semua ini ?
Dengan cinta diammu...
Dengan tawa canda dan kasih sayang tulusmu ??

Maafkan aku..
Aku telah merusak hatimu,

Maafkan aku..
Aku telah menggores torehan darah di hatimu,
Aku tak bermaksud begitu pangeranku...

Pangeran ku ?
Dengan mudahnya ku ucapkan kata-kata itu padamu.
Aku terlalu bodoh untuk mengakui bahwa benar sungguh aku mencintaimu..
Entah ini cinta karena Allah atau sekedar ilusi bayangan semu aku pun tak tau..

Aku ingin berlari dengan segala perih di hati ini,
Aku ingin melupakan semuanya ini agar tidak ada yang tersakiti lagi..
Aku atau kamu..

Aku tau..

Aku hanya sosok peri kecil yang menanti entah siapa di bumi cinta-Nya..

“aku bagaikan bunga matahari yang berusaha tegar dengan kelemahanku, mengharap cahaya mentari kian menghangatkan aku agar aku tetap tegar dalam pijakan bumi ini. Membuat kakiku lelah dalam penantian ini dalam lelap sang cakrawala malam atau hujan di siang hari”

Adakah tersisa puing cinta dalam hatimu untuk ku ?
Walau aku tidak bisa menjadi bidadari yang engkau puja, walau aku tak bisa menjagamu hingga saat tua usia kita..

Maafkan aku..
Maafkan aku yang menyakitimu..
Gerimis ini masih senantiasa mengalir di paret pipi ku,
Namun aku bukan lemah karena cinta,
Aku masih punya Allah yang setia untukku..
Dia akan kasih yang terbaik untukku.

Maafkan aku.. maafkan aku..
Duhai engkau yang jauh disana,
Jarak ini tak kan menghilangkan rasa di hatiku..
Biarlah semua ini aku bawa pergi berlari ke padang cinta-Nya,
Mungkin disana akan ku temukan semilirnya angin kehidupan dengan nuansa kebahagiaan tanpa harus ada perih luka di hatimu dan hatiku..

Siapa kamu ?
Yang membuat aku terhanyut dalam lelap tidurku semalam..
Bangunkan aku ..
Bangunkan aku !!

Ingin ku kumpulkan segenap kekuatan ku ini, dan berkata..
“Allah, aku punya pinta. Berilah yang terbaik untuk ku dan untuknya. Agar lepas penat di hati ini”...

Perbaungan, 19 April 2012
Al-Madinatul Siti Munawwaroh
> Muna Si Peri Kecil <

2 komentar:

----------------------------------------------------------------------------