Ketika cinta terhalang orang tua...


Ketika cinta terhalang orang tua... 

( episode bersambung )

Engkau bagaikan sebongkah arang hitam, sosok lelaki sederhana yang mampu meluluhkan hatiku, yang mampu menguatkan keimanan ini kepada-Mu hingga terurailah benih cinta karena Allah yang kian menguat di hati ku. Dalam jarak yang jauh aku mencintaimu, ku jaga cinta ini agar tidak merusak keimananku dan keimananmu.
Dia bagaikan sebutir intan yang berkilauan, cahayamu menyilaukan hatiku sehingga membuatku enggan melihatmu. Dia memberikan kebekuan di hatiku, membuat aku enggan berdekatan dengan dia. Dia yang di anggap baik oleh orang tuaku ternyata berbeda terbalik dengan keadaan yang sesungguhnya. Dia yang kasar, dia yang dingin, dia yang berikan aku kedinginan untuk segera pergi jauh dari dia.
Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.
Itulah sekarang ini yang aku rasakan, aku lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Tapi, pada akhirnya sama saja. Orang tuaku lebih memilih sebutir intan yang membuat ku beku kedinginan daripada sebongkah arang hitam itu yang membuatku hangat dan mampu menguris rasa dingin dari jiwaku.
Aku bisa berbuat apa yah Allah ?
Ini masalah hatiku dan orang tuaku. Apakah aku harus berkhianat dengan orang tuaku ? sementara aku tak ingin menyakiti hati kedua orang tuaku. Atau, apakah aku harus berbohong dengan semua dilema yang ada ? menyakiti hatiku dan berbohong atas nama kebahagiaan orang tuaku ?
Cinta akan menumbuhkan sikap adil dalam cinta yang membawa hidup sehat dan seimbang (tawazun) dan bukan menjadi sumber penyakit sebagaimana Ibnul Qayyim sampaikan bahwa cinta bagi ruh sama dengan fungsi makanan bagi tubuh. Jika engkau meninggalkannya tentu akan membahayakan dirimu dan jika engkau terlalu banyak menyantapnya serta tidak seimbang tentu akan membinasakanmu. Kelezatan hidup inilah yang dilukiskan dalam hadits tentang kelezatan iman:“Ada tiga perkara yang siapa pun memilikinya niscaya akan merasakan kelezatan iman; barang siapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari lainnya, barang siapa yang mencintai seseorang hanya karena Allah, dan siapa yang benci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ya Allah...
Aku lebih merasakan nikmatnya cinta karena-Mu dengan sebongkah arang itu daripada sebutir berlian yang berkilauan yah Allah ?
Aku bukan manusia sempurna yang mampu menghilangkan perasaan ini dengan mudahnya, ketika kemantapan hati ini telah merengut sebagian waktuku hanya untuk berusaha mencintai seseorang yang bersandar atas cinta karena-Mu haruskah ku terima pahitnya keputusan orang tuaku ya Rabb ?
Saat diamku telah menguatkan keimananku atas-Mu, saat ku temukan dia dalam isthikarahku apakah aku harus melepaskannya ya Rabb ?
“aku terpekur dalam luka cinta yang telah menghabiskan bait demi bait kehidupan yang fana ini, menghabiskan waktu ku untuk selalu berada dalam mihrab cinta-Mu”
Ya Allah...
Aku bagaikan makan buah simalakama, dua-duanya adalah orang yang penting untuk kehidupanku...
Orang tuaku yang telah melahirkanku, mengasuhku, mendidikku hingga sekarang, pantaskah untuk aku sakiti ?
Atau seorang imam pilihan hatiku, yang insya Allah telah kusandarkan sebagian harapan hidupku untuk membentu keluarga yang ku impikan selama ini ? layaknya harmonis kisah cinta Ali bin Abi thalib dengan fathimah ? tapi, orang tuaku ? aku harus bagaimana ya Rabb ??
“aku larut dalam jurang kegelisahan, membuat aku harus bersusah payah untuk keluar mencari kebahgiaan diluar sana”

Nb : Cerita ini masih bersambung, dan akan menemukan jawaban satelah beberapa dilema yang akan dijumpai oleh mereka. Jawab tiada asa yang berujung, karena alur certa akan berjalan setelah cerita-cerita kecil menemani setiap hari mereka. Akan kah bersama dalam ikatan suci yangg diridhoi oleh’Nya ? seperti layaknya harapan mereka ? atau Allah akan beri pengganti yang selain ``dia`` ?? ...

> Al-Madinatul Siti Munawwaroh <
^_ Muna Si Peri Kecil _^

5 komentar:

  1. follw jga y punya kak di

    http//ai-kaffah.blogspot.com

    ^_^

    BalasHapus
  2. Segalanya tlah tcatat di lauhul mahfuz
    Sabar lah menanti wahai Muna
    seorang insan kan hadir mcari tulang rusuknya
    guna mjembut hatimu
    dia terus mcari dan mcari. karna masih misteri dalam hidupnya
    Muna...
    Segalanya akan tjwab dalam Istikharah cinta

    Salam Ukhuwah penuh Haru dan Cinta, sang Pdamba...

    BalasHapus

----------------------------------------------------------------------------